Assalamualaikum warahmatullah..

Wednesday, December 21

BERAKHIRNYA SEBUAH PERTEMUAN…

Alhamdulillah..akhirnya saya berjaya menghabiskan peperiksaan SPM pada minggu lepas. Pejam celik pejam celik rupa-rupanya saya sudah menjadi mantan pelajar yang sekarang ini sedang berusaha menyibukkan diri memenuhi masa dengan aktiviti yang berfaedah. Banyak sangat kenangan lalu yang tidak akan sama sekali sirna daripada ingatan saya. Cikgu-cikgu..junior2..mak cik dewan makan…pak cik n mak cik jaga dan yang paling penting kawan-kawan itu semua akan tersemat dalam memori saya..menjadi sebuah memorabilia yang akan berkekalan sepanjang hayat. Memang hati ini sukar untuk melafazkan kata-kata perpisahan tapi apakan daya itulah fitrah. Setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan sebuah perpisahan yang akan diiringi dengan linangan air mata. Walaupun facebook menjadi pengubat rindu tetapi itu tidak sama jika berhadapan secara live dengan mereka. Sekadar untuk mengungkapkan peritnya sebuah perpisahan..namun masih terngiang-ngiang kata2 Ustaz Bakru…kita tidak pernah berpisah..menjadi penawar tatkala hati ini diselubungi kesedihan. Doaku kepada teman-teman agar gunakanlah masa sebaiknya sebelum terlambat. Jadilah manusia berguna kepada bangsa agama dan negara. Semoga suatu hari nanti kita bertemu semula dalam keadaan suasana penuh mahabbah yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata.….

Tuesday, December 7

Jiwa positif hidup bertuhan

Mari kita sama-sama membaca entri yang sangat menarik dalam blog ini...www.fuadlatip.com
Informasi ini saya dapat dari seorang sahabat saya..moga kita memperoleh manfaat daripadanya!!!



Assalamualaikum kawan2..

Nak share lagu ni, yang insyaallah ramai suka. Lagu ni beroh! 
"Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada-Mu"

Ada satu ungkapan yang indah daripada ulama,
”Sebagaimana perut lapar memerlukan makanan maka begitu juga rohani, 
ia dahaga pada cinta Allah dan rindu pada-Nya.”


Mana mungkin, sekeping hati yang diciptakan Tuhan ini tidak menyayangi-Nya? Sudah semestinya kita menyintai seseorang yang menyintai kita. Apatah lagi Tuhan. Tuhan yang menciptakan kita dgn kasih sayang. Ya, kita diciptakan oleh-Nya dgn kasih sayang. Iya kan? Apakah perkataan Allah pertama kali pada Nabi Adam as?

Rasulullah saw bersabda,”Saat Allah menciptakan Adam, dan meniup ruh pada dirinya, Adam bersin. Dia berkata,’Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).’ Adam mengucapkan tahmid tersebut dgn izin-Nya. Kemudian Rabbnya berkata,’Semoga Allah merahmatimu (mengasihimu), wahai Adam.’” (HR Tirmizi)

Perkataan Allah pertama kali kepada Nabi Adam as adalah,”Rabbmu mengasihimu..”

Allah itu Ar-Rahman..

“Rabbmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang,” (QS Al-An’am:54)

Kita lupa.. Kita pernah menjadi saksi yang Dia adalah Tuhan kita:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman),”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab,”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan ,”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS Al-A’raf:172)

Allah bertanya kpd anak keturunan Adam tika di alam ruh,”Bukankah Aku adalah Tuhan kalian?” Mereka menjawab,”Benar, kami menjadi saksi.” Mungkin kita beralasan yang kita tak ingat persaksian ni. Tapi sesungguhnya persaksian yang kita ucapkan sewaktu di alam ruh ni masih tertanam di dalam akal dan diri kita. Sebab, kita memiliki fitrah yang selalu membutuhkan Allah. Ruh2 kita sangat rindu untuk kembali kepada Allah. 

--------------------------------------
"Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga"

Kita tunaikan kewajipan kita sebagai hamba-Nya. Kita solat dan lakukan segala yang wajip ke atas kita. Tetapi, kenapa kemanisan beribadah itu masih belum datang? Kenapa keikhlasan beribadah itu tak kunjung tiba? Di mana silapnya? Inilah dia, bila ibadah hanya tinggal sebagai gerakan fizikal semata. Inilah dia, ibadah yang tanpa hati, ibadah yang tanpa roh. Kita tahu hati kita sangat mendambakan cinta dan rindu-Nya, tetapi kenapa dambaan ni susah sangat nak dicapai? Kita mahu hadirkan hati kita ke dalam setiap ibadah kita. We are trying.. Semoga rasa putus asa takkan kunjung tiba. Rasa putus asa ke atas rahmat-Mu. Ya Allah, lindungilah hati ini..

“Ibrahim berkata,’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat.’ ” (QS Al-Hijr: 56) 

Mohonlah kepada Allah keteguhan untuk berada di atas Islam yang Allah telah memberi hidayah kita kepadanya. Once, Imam Syafie selalu berdoa dgn doa ni,”Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memberiku petunjuk kepada Islam tanpa aku mohon. Maka, tunjukilah aku kepada syurga, ketika aku sentiasa memohon kepada-Mu.”

-----------------------------------
"Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu tak akan ber bunga"

Manisnya beribadah itu bukannya boleh dijual beli. 
Kalau Allah tak izin, maka takkan jadi. 

------------------------------
"Ku cuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri"

Setiap ibadah kita adalah untuk-Nya. Solatku untuk-Mu. Inilah hadiah untuk-Nya.Tetapi, adakah solat kita diterima? Khusyukkah solat kita? Nilai dan jiwa sebuah solat terletak dalam kekhusyukan. Solat adalah menghadap Allah. Bila kita mengatakan,”Allahu Akhbar”, Allah akan menyambut dan memperhatikan kita. Nilai solat terletak pada peranannya sebagai jalan utama untuk mengenal Allah. Solat diwajibkan agar kita mengenal Sang Pencipta. Diri ini hanyalah hamba, dan Engkau lah Tuhanku. “Tanpa rasa khusyuk kalian tidak akan berhasil mengenal Tuhan. Padahal tahukah kalian, mengenal Tuhan adalah inti kehidupan?”, Amru Khalid. 

Saat kita solat, kita tundukkan wajah kita ke arah lantai. Seorang manusia akan berada dalam posisi ini dua kali: pertama, ketika solat, dan kedua, ketika hari kiamat. 
Firman Allah:

“(iaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” 
(QS Al- Muthaffifin:6)


Wahai hati yang hina, apakah saat ini Allah tengah meilhatmu tapi kau tegar memperhatikan yang lain? Tika kita memanggil-Nya, Dia menyambut kita..

Rasulullah saw bersabda,“Sesungguhnya Allah akan menyambut sang hamba dalam solatnya sepanjang dia tidak berpaling. Maka jika sang hamba itu memalingkan muka, Allah pun berpaling darinya.” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i)

Tika kita membaca surah Al-Fatihah, Allah mendengar dan membalas lafazan kita. 

Allah swt berfirman dalam Hadis Qudsi,”Aku membahagi solatku menjadi dua bahagian untuk Aku dengan hamba-Ku.” Ketika dia mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”, maka Allah pun berfirman,”Hamba-Ku telah memujiku.” Lalu ketika dia mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim”, Allah pun memfirmankan,”Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.” Dan tatkala dia mengucap “Maliki yaumiddin”, Allah berfirman,”Hamba-Ku telah memuja-Ku.” Ketika dia mengucap,”Iyyaka na ‘budu wa iyyaka nasta‘in”, Allah menjawab,”Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.” Ketika si hamba mengatakan,”Ihdinash shiratal mustaqim, shiratalladzina an ‘amta alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladdhallin,” Allah menjawab,”Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan kupenuhi yang dia minta.”(HR Muslim dan Tirmizi)

Allah... Allah menyahut.. “Hamba-Ku..”

Tapi, wahai hati, getaranmu masih belum terasa. Sudah matikah kamu? 

-----------------------------------
"Ku cuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar"

Kita gigih beramal, tetapi amalan kita dicampuri riak. Kita menunaikan solat, tetapi solat kita penuh dgn kelalaian. Dan amalan yang bercampur riak dan solat yang lalai ini kita mahu hadiahkan pada-Nya?

“Maka celakalah bagi orang yang sembahyang, iaitu orang yang lalai daripa sembahyanag dan berhati riak dgn itu.” (QS Al-Ma’un: 4-6)

Solat riak, sedekah riak. Riak untuk orang itulah. Riak untuk orang inilah. Habis tu, entah pada siapa agaknya di Padang Mahsyar nanti Allah akan halau dan suruh kita “claim” pahala daripadanya?

------------------------------------
"Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah"

Memang kita tidak tahu amalan kita yang manakah Allah akan terima. Oleh itu, perbanyakkanlah, perbaikkanlah.. Dan jangan pernah letih untuk memohon pada-Nya,”Ya Allah, ikhlaskanlah ibadahku hanya untuk-Mu. Dekatkanlah hatiku pada-Mu. Cintakanlah hatiku pada-Mu. Rindukanlah hatiku pada-Mu.” 

Ibn Qayyim mengatakan,”Jangan pernah putus asa untuk teguh menunggui gerbang meski kau terusir. Jangan pernah berhenti untuk memohon ampunan meski engkau tertolak. Begitu gerbang telah terbuka, segeralah masuk selayaknya seorang tamu tak diundang. Kemudian tengadahkan tanganmu di gerbang dan segeralah berkata,’Tolonglah, saya adalah orang miskin. Bersedekahlah untuk saya...’”

Jangan pernah putus asa untuk teguh menunggui gerbang meski kau terusir.Kamu ingin menangis ketika solat tapi kamu tak dapat. Kamu ingin meraih kekhusyukan, tetapi kamu tidak tahu bagaimana caranya. Jangan pernah berhenti dan berpatah harapan!

Jangan pernah berhenti untuk memohon ampunan meski engkau tertolak.Kamu berbuat maksiat dan kamu bertaubat dan memohon ampun, dan kemudian kamu melakukannya kembali. Saat begitu, jangan pernah berhenti untuk memohon ampun.

Carilah hati kita. Imam Ghazali ra berkata,”Carilah hatimu di tiga tempat: pertama, ketika membaca Al-Quran; kedua, ketika solat; dan ketiga, ketika mengingat kematian. Jika di tiga tempat tersebut engkau belum menemukan hatimu, maka mohonlah kepada Allah untuk memberimu hati, kerna sesungguhnya engkau sedang tidak mempunyainya!”

Apakah kita sedang mencari sebuah hati bagi diri kita? Ingatlah, untuk tidak pernah berputus asa menunggu di pintu, meskipun kita ditolak!

Teruskanlah berharap! Teruskanlah menagih simpati-Nya!

Namun cinta tak kan hadir, namun rindu tak akan berbunga..
Jika tidak mengharap rahmat-Mu, jika tidak menagih simpati.. Pada-Mu Ya Allah..


---------------------------------------------
"Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga ku tahu
Syukur ku hanyalah milik Mu"

Bagaimana mahu merasakan cinta dan rindu pada-Nya? Jika mahu cinta dan rindu pada-Nya, tunaikanlah solat malam. Saat itu kita menyepi bersama Allah. Malam yang tenang.. Setiap hati tertegun di hadapan Allah.. Air mata pun mengucur terhambur oleh rasa takut kepada Sang Pencipta.. “Wahai, Tuhanku, hanya Engkaulah yang tahu siapa penghuni syurga dan siapa penghuni neraka. Lalu aku tergolong dalam penghuni yang mana?”

Mungkin ada yang keberatan,
”Solat fardhu pun tak khusyuk, inikan pulak solat malam. Haih~” 

Tak cuba belum tahu. Hati manusia ibarat cermin yang tak mampu melihat selain barang yang ada di hadapannya. Dan segala sesuatu yang diletakkan di hadapan hati kita, akan mampu menguasai gerak geri kita. Siang hari, kita penuh sibuk dengan pelbagai kerja, aktiviti. Dgn kondisi hati yang berhadapan dgn sekian banyak gambar yang saling berhimpitan, akankah kita mampu menyematkan “Al-Quran” dan “cinta Allah” di hadapannya? Ya, kita boleh! Dgn solat malam. Dengannya, kita akan membuat cermin hati ini hanya akan menatap satu gambar. Cuba dan rasalah dulu. Solat malam akan membuat kita merasai makna yang tidak dirasakan oleh orang lain.

Seseorang akan menangis keras dalam solatnya, atau seketika dia menangis tatkala alunan “Allahu Akbar” berkumandang di udara. Ya, dia telah mendengar dan melihat dgn hatinya yang hidup. Ibn Qayyim berkata,”Dua orang boleh jadi berdiri bersama dalam satu saf, kedua kakinya saling bersentuhan, mereka berada di belakang satu imam dan mendengarkan bacaan ayat yang sama. Akan tetapi perbezaan kualiti solat kedua orang tersebut seolah perbezaan langit dan bumi.” Apa yang membuat perbezaan kedua orang ini begitu besar? Ya, gambar yang diletakkan di hadapan kedua hati orang ini.

Jadikanlah cermin hati kita hanya menghadap satu gambar, iaitu ‘kecintaan kepada Allah.’ Tekunlah melaksanakan solat malam pada saat orang lain terlelap dalam tidur mereka. Ya, tegaskan kecintaan kita kepada Allah, sebab orang2 lain betul2 tengah lelap tertidur!

Rujukan: Ibadah Sepenuh Hati by Amru Khalid, Dari Hati ke Hati by Amru Khalid dan Lembutkanlah Hatimu by Us Amaluddin Mohd Napiah.

P/s: Dalam mengingatkan diri sendiri jugak ni.. Boleh juga dibaca dari sini:
[Bedah Lagu] Sesungguhnya - Raihan 

Wallahu'alam.

Sewaktu ketika dahulu.....

Aku terlalu rindukan saat manis aku berusrah dengan seniorku, kak Atikah Hilmi atau lebih mesra dengan panggilan kak Tikah. Ketika itu aku terasa jiwaku terisi dengan segala nasihat dan tunjuk ajar yang beliau berikan berikan buatku. Walau aku tidaklah rapat dengan kak Tikah namun segala tunjuk ajar yang beliau curahkan buatku tidak akan aku sia-siakan. Ah...rindunya aku saat itu....

Pada saat aku tersungkur ada insan yang masih sudi menghulurkan tangan. Ketika aku teringat akan si dia aku diingatkan dengan kemanisan bercinta dengan Allah. Semangatku membara kembali sebagai seorang mujahidah untuk mempertahankan agama Islam..dan yang paling penting jihadku dalam menuntut ilmu.

Kini aku bakal menjadi senior di sekolahku. Mampukah aku mewujudkan suasana yang suatu ketika dahulu pernah pembakar semangat buat diriku? Mampukah aku menjadi seorang naqibah yang baik? Yang boleh menjadi teladan buat junior2ku?

"Ya Allah berikanlah daku kekuatan fizikal dan rohani. Sesungguhnya tiadalah sebarang kekuatan buat diriku melainkan hanyalah dengan pertolonganMu sahaja"...


Monday, December 6

Syeikh Muhammad Idris Al-Marbawi Rahimahullah...



Asslamualaikum warahmatullah...

Sekadar untuk berkongsi setelah penat mneatap buku biologi...(hahaha..sekejap je..)

Mungkin ramai antara kita yang tidak tahu akan kewujudan ulama Tanah Melayu yang satu masa dahulu pernah pernah mewarnai zaman kegemilangan Islam di nusantara ini. Salah seorangnya ialah Syeikh Muhammad Idris Al-Marbawi. Sejarah beliau ada tersemat dalam buku teks Pendidikan Al-Quran Sunnah dan sudah menjadi kewajipan saya untuk menyebarkan kepada orang lain. Semoga kita mendapat manfaat daripada rentetan hidup beliau...




Nama penuh beliau ialah Muhammad Idris bin Abdurauf dan dilahirkan di Mekah Al-Mukaramah pada 28 Zulkaedah 1313 hijrah(1892M). Sejak kanak-kanak lagi beliau suka menuntut ilmu pengetahuan sehingga mendapat  julukan ulama Melayu pertama di Mesir. Ketika beliau berumur 10 tahun (lebih muda dari saya huhuhu..) beliau sudah menghafaz 16 juzu' dalam Al-quran dan beberapa buah kitab lain ...SubhanaAllah hebatnya!! Beliau kembali ke rahmatullah pada pagi Jumaat bersmaan dengan 13 Oktober 1989..(saya pun belum lahir lagi huk3)


Kita mestilah mencontohi sikap beliau. Oleh itu mari kita mengenali sifat peribadi beliau. kata orang tak kenal maka tak cinta kan?


  • ulama bersopan santun
  • terkenal dalam bidang bahasa dan mahir dalam bidang hadis, tafsir dan fikah
  • sgt menjaga maruah, bertakwa dan kuat beribadah
  • berhemah tinggi dan gigih daam menuntut ilmu pengetahuan

Mendapat pendidikan awal di Sekolah Melayu Kg Lubuk Merbau Kuala Kangsar, Perak. Setelah tamat belajar beliau menyambung pendidikan di Pondok Wan Muhammad di Bukit Chandan Kuala Kangsar. Beliau meneruskan lagi pengajian di Pondok Tuan Hussin Al-Masudi di Kedah selama beberapa tahun. Kemudian Syeih Muhammad melanjutkan pelajaran di di Pondok Syeikh Ahmad Fatani di Bukit Mertajam Seberang Perai dan di Pondok Tok Kenali di Kelantan.

Pada tahun 1924M. Bapanya telah menghantar beliau ke Mesir dan yang paling membanggakan beliau merupakan pelajar Melayu pertama belajar di peringkat tertinggi di Universiti Al-Azhar, Mesir.

Setakat ini dahulu untuk perkongsian saya pada hari ini. Sebenarnya ada banyak lagi berkisarkan hidup beliau.  InsyaAllah akan saya muatkan smbungan dalam entri akan datang..wassalam...





Sunday, December 5

Kini Kembali

Assalamualaikum..rasanya sudah berkurun lamanya tidak memperbaharui entri dalam blog ni. Bukan apa mungkin terlalu sibuk atau diselubungi perasaan CULAS...Ish.sih.ish tak patut3...

Tahun depan saya bakal menempuh alam yang sangat penting dalam hidup saya. Di samping memegang gelaran calon SPM 2011 saya juga mempunyai pelbagai tanggungjawab di skolah yang perlu saya laksanakan. " Ya ALLAH Kau berilah hamba-Mu ini kekuatan dalam urusan menjalankan urusan-Mu...ameen!!!!

Dalam menempuh alam remaja ini sepatutnya kta mengubah stigma negatif terhadap diri kita sendiri. Maksud saya kita perlu percaya pada diri sendiri dan berusaha menjadi yang terbaik. Bukan untuk disanjung tetapi untuk mencari keredhaan Allah dan berjihad di jalanNya sebagai bukti keimanan kita terhadap Allah Azza Wajal.

Bukankah Allah telah menyuruh hamabaNya supaya bersikap optimis? Hmm..memang mudah untuk diungkapkan di bibir tetapi susah untuk diaplikasikan lantaran syaitan yang tidak pernah jemu untuk menghasut anak2 adam.Itulah pentingnya untuk bertaqarrub dengan Allah. Namun dewasa ini umat Muhammad kian alpa dengan suruhan agama seolah-olah hari kebangkitan tidak akan wujud. Sedih dan kecewa dengan muda-mudi yang sepatutnya menjadi pemerintah negara pada masa hadapan kini menjadi duri dalam daging pada negara. Ajaran agama diketepikan malah mengagung-agungkan budaya kuning yang amat berbeza bagai langit dan bumi dengan adat ketimuran.

Fikir-fikkirkanlah..kita sudah besar dan mampu untuuk berfikit baik dan buruk. Kalau diimbas kembali sejarah dulu-dulu...pda usia 16 tahun Sultan Muhammad Al-Fateh sudah mampu menjadi pemangku negara ketika ayahandanya berangkat ke luar kota. Namun tidak mustahil jika kita bakal mengulangi sejarah itu......

Sadiskah saya mengatakan remaja kini kian sirna nilai-nilai agama dan moral? itulah hakikat yang harus kita sedari dan cuba untuk menyedarkan orang lain. Kesedaran tidak cukup jika tidak dibekalkan dengan usaha.

AYUH!!!BANGKITLAH..BERJUANG MEMPRETAHANKAN AGAMA!!!

Saturday, September 4

Lailatulqadr!!!!!!!!

I got this from Muhammad Al-Shareef


People have told me the following was really beneficial, so I wanted
to show you how to do it...

Ultimate Last-10 Nights Dua
Step 1: Go somewhere really beautiful, where no one can disturb you
Step 2: Imagine Allah says to you, "Ask whatever you wish and I shall
grant it to you."  Think of everything good you would ask for from
this life and the next.
Step 3: After thinking of everything you can, sit down and write it out.
Step 4: Pick 5 (or 50) things, your favorites, and consistently ask
Allah for these 5 every night in the last ten. Your dua will be
guaranteed to have landed on Laylatul-Qadr! How cool is that?

With best wishes to see you succeed in Ramadan at the highest level!

If you want to receive reminder based on Al-Quran verses or hadith you are warmly welcome to visit his website

www.PostRamadan.com